
kita harus samasama merasakan
berlembarlembar ungkapan yang pernah mengganjal
biarlah terbentang untuk sebuah kejujuran di sudut matamu
aku ingin selesaikan pertanyaan yang selalu membayang
untuk sekedar menata kembali puingpuing tawa
yang pernah terceraiberai
karena kesalahan yang entah siapa memulai
airmata selalu kita jadikan alasan untuk ungkapkan kesedihan,
pun keresahan yang tak pernah habis
selalu saja singgah di hati,
terlalu kuat mencengkeram rasa ini hingga kau dan aku tak pernah bisa mengakui dengan katakata yang lebih jujur saat aku berbisik,
ingin rasanya kupetik setiap tanggal yang berlalu agar berhenti sejenak untuk mengulang memori yang terluka dan kita pun bisa perbaiki serpihan rasa yang dulu sama sama kita janjikan.
0 komentar:
Posting Komentar