Jalan yang Menakjubkan di Terowongan Guoliang
Apakah anda seorang pecinta alam? Pernahkah anda melintasi medan yang sangat berat dan menantang? Atau anda seorang yang memiliki hobi jalan-jalan? Rasanya sangat cocok untuk anda mengunjungi tempat ini.
Yup, silahkan langsung saja menuju terowongan Guoliang yang terletak di provinsi Hunan, China. Jika anda tidak tahu di mana letaknya, anda bisa lihat lokasinya di Google Maps atau Google Earth.
Apakah anda seorang pecinta alam? Pernahkah anda melintasi medan yang sangat berat dan menantang? Atau anda seorang yang memiliki hobi jalan-jalan? Rasanya sangat cocok untuk anda mengunjungi tempat ini.
Yup, silahkan langsung saja menuju terowongan Guoliang yang terletak di provinsi Hunan, China. Jika anda tidak tahu di mana letaknya, anda bisa lihat lokasinya di Google Maps atau Google Earth.
Terowongan ini terletak di wilayah pegunungan dengan tingkat kemiringan lebih dari 60 derajat. Saat kita melintasi terowongan ini kita dapat menyaksikan pemandangan yang mungkin bisa memacu adrenalin kita dan membuat merinding. Bayangkan saja, tepi jalan ini langsung berbatasan dengan maut. Ya benar! Kematian! Bagaimana tidak, di sisi jalan ini terbentang jurang menganga dengan kedalaman lebih dari 1000 meter, sementara di sisi yang lain adalah tebing curam dengan tingkat kemiringan lebih dari 60 derajat. Roda kendaraan meleset sedikit saja, nyawa taruhannya. Mengantuk sekejap pun kematian resikonya. Ngebut? Benjut! Hmm... Benar-benar menantang nyali....
Berikut ini kutipan artikel tentang terowongan Guoliang di provinsi Hunan, China ini yang saya comot dari sebuah situs berita China yang sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia:
... ada dua cara untuk sampai ke desa tersebut. Yang pertama adalah mendaki Tianti yaitu jalan berbentuk tangga yang membelah gunung berbatu-batu, sedangkan yang lain melewati terowongan Guoliang.
Kami memilih untuk lewat terowongan. Duduk di samping pegemudi tua, saya mujur mendengarkan cerita-cerita tentang terowongan tersebut.
Sebelum tahun 1972, jalan yang dipahat dari batu-batu gunung ini dulu biasa menjadi satu-satunya akses yang menghubungkan desa dengan dunia luar. Lalu orang-orang di desa itu memutuskan untuk menggali terowongan melewati jurang berbatu-batu.
Dipimpin oleh Shen Mingxin, pemimpin desa tersebut, orang-orang lantas menjual kambing dan hasil bumi mereka untuk membeli palu dan alat baja. Tiga belas orang kuat di desa tersebut memulai proyek pembangunan jalan.
Diperlukan waktu lima tahun untuk menyelesaikan terowongan sepanjang 1.200 meter dengan lebar jalan sekitar 4 meter dan tinggi terowongan 5 meter. Beberapa warga desa itu tewas dalam proses pembuatan terowongan ini. Pada 1 Mei 1977, terowongan dibuka untuk umum.
Pada saat saya membayangkan seperti apa bentuk terowongan ini, mobil van yang saya tumpangi memulai pendakian yang sangat curam.
Saya mengamati dan tidak bisa memejamkan mata, begitu indah!
Saya jadi teringat di Trenggalek. Ada jalan sejenis dengan jalan di China tersebut di pegunungan Trenggalek yaitu jalan Trenggalek-Pacitan dan Trenggalek-Ponorogo. Di sisi jalan juga membentang jurang yang lumayan dalam dengan jalan yang meliuk-meliuk ke kanan kiri seperti ular, dan naik turun.
Konon kendaraan yang melintasi kawasan ini jika ingin selamat harus dikemudikan oleh orang lokal Trenggalek atau sekitarnya yang hafal betul rute jalan ini. Pernah kejadian rombongan pengantin terjerumus masuk ke dalam jurang karena pengemudinya tidak hafal jalan tersebut.
Entahlah, namanya juga cerita dari mbah-mbahku.
:: Rentang Waktu ::
terkadang membuat kita lupa bahwa kita semakin dewasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita lupa bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa
selain jasad yang tak berguna
Rentang waktu…..
terkadang membuat kita sadar bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada dan amal jasad yang lata
Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda
tergantung dalam keadaan apa kita berada
Namun Tuhan telah berkata,
“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.
Sekular barat berkata,
“Waktu adalah dollar di dalam kantung”
Namun Hasan Al-Bana berkata,
“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.
Waktu…..
Alam terus menari dalam simfoninya
Waktu…..
Umur manusia didikte olehnya
Waktu….. setiap detaknya
memakukan kita di persimpangan jalan jalan Tuhan atau jalan setan
Rentang waktu….. semoga tak melalaikan kita tuk terus berjalan di jalan-Nya
:: kita harus perbaiki semuanya ::

kita harus samasama merasakan
berlembarlembar ungkapan yang pernah mengganjal
biarlah terbentang untuk sebuah kejujuran di sudut matamu
aku ingin selesaikan pertanyaan yang selalu membayang
untuk sekedar menata kembali puingpuing tawa
yang pernah terceraiberai
karena kesalahan yang entah siapa memulai
airmata selalu kita jadikan alasan untuk ungkapkan kesedihan,
pun keresahan yang tak pernah habis
selalu saja singgah di hati,
terlalu kuat mencengkeram rasa ini hingga kau dan aku tak pernah bisa mengakui dengan katakata yang lebih jujur saat aku berbisik,
ingin rasanya kupetik setiap tanggal yang berlalu agar berhenti sejenak untuk mengulang memori yang terluka dan kita pun bisa perbaiki serpihan rasa yang dulu sama sama kita janjikan.
:: Duniaku ::
Biasa aku berteman dengan sepi
Terbiasa aku bersahabat dengan kehampaan
Dan aku mencoba memahami arti hidup sesungguhnya
Dan ternyata dalam kesendirian itu lebih indah
Diduniaku dunia sepi...dunia bahagiaku....
Disana tak kudapati kesalahpahaman
Tak ada perselisihan...
Tak pernah kurasakan gejolak kebencian dalam duniaku
Duniaku...dunia sepi...dunia bahagiaku
Tak ingin aku pergi dari dunia itu
Tak dapat ku lari darinya
Tak ingin ku beranjak dari duniaku...disanalah bahagiaku
Disana aku tak perlu memahami ataupun ingin dimengerti
Disana kudapati damai...cinta...kasih sayang sejati
Dan memulai kehidupan disana sangatlah indah
Disanalah awal sesuatu yang penting...dapati bahagia mu
Pernah inginku untuk pergi ke dunia lain
Dengan otak yang berisi khayalan...mimpi...harapan semu
Semua itu membuatku lelah...letih...hatiku tak bisa...
Hingga aku tersesat sulit untuk ku memahami semua ini...
Dunia yang saling menghancurkan....
Dunia pembunuh...dunia neraka...
Hanya satu kata di benakku...pergi....
Nya aku harus pergi jauh-jauh dari dunia itu...
Kini ku kembali ke dunia ku.................
Duniaku dunia sepi...dunia bahagiaku
Kini aku kembali bahagia...tersenyum lepas...
Menikmati kesendirianku tanpa batas......
Hanya disini aku rasakan damai....................
Adakah Cinta Memerlukan Sebab?? ::
Dalam satu kisah percintaan yang menarik. Sepasang suami isteri berjalan di tepi sebuah tasik yang indah. Kemudian mereka berhenti di sebuah bangku yang disediakan di tepi tasik. Kemudian si isteri bertanya kepada si suami. Ini dialog mereka Isteri : Mengapa abang menyukai saya? Mengapa abang cintakan saya?
Suami : Abang tidak boleh menerangkan sebabnya, namun begitu abang memang menyayangi dan mencintai Sayang!
Isteri : Abang tak boleh terangkan sebabnya? Bagaimana abang boleh katakan abang sayang dan cintakan saya sedangkan abang tidak boleh menerangkannya.
Suami : Betul! Abang tak tahu sebabnya tetapi abang boleh buktikan bahawa abang memang cintakan Sayang!
Isteri : Tak boleh beri bukti! Tidak! Saya hendak abang terangkan
kepada saya sebabnya. Kawan-kawan saya yang lain yang mempunyai suami dan teman lelaki, semuanya tahu menerangkan mengapa mereka mencintai.Dalam bentuk puisi dan syair lagi. Namun begitu abang tidak boleh terangkan sebabnya.
Si suami menarik nafas panjang dan dia berkata
“Baiklah! Abang mencintai Sayang sebab sayang cantik, mempunyai suara yang merdu, penyayang dan mengingati abang selalu. Abang juga sukakan senyuman manis dan setiap tapak Sayang melangkah, di situlah cinta Abang bersama Sayang!”
Si isteri tersenyum dan berpuas hati dengan penerangan suaminya tadi.Namun begitu selang beberapa hari si isteri mengalami kemalangan dan koma.
Si suami amat bersedih dan menulis sepucuk suratkepada isterinya yang disayangi. Suratitu diletakkan di sebelah katil isterinya di hospital.
Si isteri tersenyum dan berpuas hati dengan penerangan suaminya tadi.Namun begitu selang beberapa hari si isteri mengalami kemalangan dan koma.
Si suami amat bersedih dan menulis sepucuk suratkepada isterinya yang disayangi. Suratitu diletakkan di sebelah katil isterinya di hospital.
Surat tersebut berbunyi begini :
“Sayang!
Jika disebabkan suara aku mencintai mu… sekarang bolehkah engkau bersuara? Tidak!
Oleh itu aku tidak boleh mencintai mu.
Jika disebabkan kasih sayang dan ingatan aku mencintai mu…sekarang bolehkah engkau menunjukkannya? Tidak!
Oleh itu aku tidak boleh mencintai mu.
Jika disebabkan senyuman aku mencintai mu… sekarang bolehkah engkau tersenyum? Tidak! Oleh itu aku tidak boleh mencintai mu.Jika disebabkan setiap langkah aku mencintai mu…. sekarang bolehkah engkau
melangkah? Tidak! Oleh itu aku tidak boleh mencintai mu. Jika cinta memerlukan
sebabnya, seperti sekarang. Aku tidak mempunyai sebab mencintai mu lagi. Adakah cinta memerlukan sebab? Tidak! Aku masih mencintai mu dulu,
kini, selamanya dan cinta tidak perlu ada sebab. Kadangkala perkara tercantik dan terbaik di dunia tidak boleh dilihat, dipegang. Namun begitu…ia boleh dirasai dalam hati….
::: Hati Emas ::
dikutip : www.afnansyah.com
:: Untuk Seorang Sahabat ::
membawa buih-buih pergi menjauh,
dan manusia hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman,
yang mengikuti kemana angin takdir berhembus.
dan mungkin waktu melapukkan batu,
membuat besi menjadi karat,
mengubah dunia menjadi tidak seperti yang kita kira dan angankan.
persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya.
dan akan kenangan saat mimpi -mimpi terhempas berkeping di jalan berlubang kehidupan,
dan kau akan disana sebagai sahabat yang memahami segala keluh kesah atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari,
oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti,
menjauhkan rasa nyeri dalam hati.
jika apa yang kita miliki memang persahabatan yang tulus,
maka ada tali silahturahmi yang mesti kita jaga.
walau jarak merenggangkan ikatan dan harapan-harapan membawa kita berlayar ke negeri-negeri asing,
ketahuilah bahwa ada seorang sahabat yang akan membantumu jika engkau membutuhkannya.
hanya sekeping tanda mata agar kau tak lupa,
bahwa ada bahagia untuk menjadi sahabat sejati..